You need to log in to create posts and topics.

Apakah ada cara supaya AGC bisa SEO-friendly?

Halo agan-agan pengguna WordPress. Apakah kalian sudah pernah mempraktekkan AGC di blog atau situs kalian? Apakah AGC yang dihasilkan bisa mendongkrak pengunjung melalui mesin pencari? Selain keyword, salah satu syarat yang penting agar peringkat artikel kita bisa bagus di SERP adalah konten unik. Memang ada AGC yang bisa buat konten unik, tapi tidak enak dibaca, atau kentara terlihat hasil spin.

Saya saat ini sedang mencari-cari ide baru agar AGC bisa jadi SEO-friendly. Saya bukan web developer atau programmer dan basik saya juga bukan di IT. Tapi saya sudah lama menggunakan WordPress sejak 2011 setelah sebelumnya menggunakan Joomla tahun 2009.

Saya tertarik menggunakan WordPress karena ternyata WordPress juga bisa dibuat untuk AGC dengan bantuan plugin tambahan seperti Wpallimport, Content Egg, dsb. Dan lebih mudah. Saya mengkombinasikan plugin Wpallimport dan Content Egg untuk menghasilkan banyak konten baru di draft. Cuma kendalanya masih belum bisa menghasilkan konten unik. Untuk itu saya gunakan WordPress Auto Spinner untuk rewrite artikel. Tapi hasilnya tidak enak dibaca, dan sayangnya belum ada saya temukan thesaurus bahasa Indonesia khusus untuk rewrite/spin, yang enak dibaca (human-readable).

Saya juga sudah uji coba menggunakan thesaurus yang dirilis Departemen pendidikan Nasional. Yang mana seluruh kosa kata yang ada di thesaurus tersebut terdiri dari semua kata-kata yang berlaku di KBBI. Proses konversi thesaurus tsb ke versi thesaurus WordPress Auto Spinner pun berjalan dengan lancar dan mudah karena struktur teks thesaurus dari Departemen Pendidikan Nasional mudah di edit. Tapi konten hasil spin menggunakan thesaurus tersebut sama sekali tidak enak dibaca, walau 100% unik.

Oleh karena itu, saat ini saya sedang menyusun thesaurus bahasa Indonesia untuk dimasukkan ke plugin WordPress Auto Spinner. Adapun thesaurus yang sedang saya susun terdiri dari kata-kata yang masih layak untuk di spin (rewrite) demi menghasilkan konten unik dan masih bisa/enak dibaca. Tentu menguras tenaga dan pengerjaannya pun mungkin bisa tahunan. Tapi jika berhasil membuat thesaurus bahasa Indonesia yang "human-readable", project saya ini bisa dikatakan berhasil. Dan akan bisa menghasilkan ribuan bahkan jutaan artikel dalam waktu singkat.

Mungkin agan sudah tingkat advance dalam penggunaan WorPress dan mungkin juga sudah pernah main AGC. Jika pernah, bagaimana cara agan membuat konten unik menggunakan AGC? Apakah agan punya thesaurus bahasa Indonesia yang bisa generate konten unik dan masih enak dibaca? Project AGC saya mentok di thesaurus yang saya jelaskan tadi. Jika thesaurus ini rampung, saya yakin bisa secara instan produksi konten unik menggunakan AGC dengan bantuan ketiga plugin yang saya sebutkan di atas.

Nyimak, btw AGC apa ya ga? (Googling ah.. :D)

bukannya teknik AGC sangat dibenci content creator ya gan?

Quote from Ayanokōji on 4 October 2019, 19:31

bukannya teknik AGC sangat dibenci content creator ya gan?

Baik, kalau kita soal perasaan, sebagai content creator, kenapa kita harus membenci selama content kita tidak di copas mentah-mentah. Kalau sebuah situs AGC menduplikasi konten kita dengan cara copas otomatis ataupun manual, barulah hal tersebut bisa dibilang melanggar copyright, dan tidak ada salahnya untuk di report ke DMCA agar di-blacklist dari internet.

Seperti yang ada diposting resmi oleh Google, konten yang layak diberi peringkat di mesin pencari adalah konten yang unik. Tapi walaupun tehnik AGC bisa menghasilkan konten unik, saya rasa tidak cocok untuk blog atau situs yang isinya tutorial dan personal branding. Tentu hal tersebut akan merusak citra situs tersebut, sekaligus orangnya.

Nah, bicara soal AGC, tentu ada sisi positifnya, terutama bagi para internet marketer yang biasanya (mereka) menjual atau memasarkan produk yang sama. Misalnya marketer A lebih dulu memasukkan 1000 halaman untuk 1000 produk berbeda ke sebuah situs marketplace, yang mana deskripsi dan spesifikasi produk-produk tersebut diambil dari data yang dirilis oleh produsen.

Disisi lain, ada juga marketer B yang ingin memasarkan produk-produk tersebut di situs marketplace yang sama atau di situs lain. Dan sumber deskripsi produk-produknya juga didapat dari produsen yang sama. Marketer C, D, E, dst, juga ingin memasarkan produk-produk tersebut dengan cara yang sama, yaitu di situs marketplace atau di situs mereka sendiri. Tentu sebagai internet marketer, marketer B, C, D, E, dst harus mempertimbangkan keunikan deskripsi produk yang akan diposting, karena itu adalah faktor SEO yang sangat krusial.

Tentu jika harus menulis ulang deskripsi produk beserta spesifikasinya merupakan pekerjaan yang memakan waktu dan menguras tenaga dan pikiran. Bagaimana jika ada 10.000 produk, 100.000 produk, atau bahkan 1 juta produk. Pastinya tidak efisien jika marketer B,C,D,E, dst harus menulis ulang deskripsi produk-produk tersebut. Dan jika mereka harus memposting deskripsi produk-produk tersebut tanpa menulis ulang, pastinya rank halaman produk mereka terpuruk di mesin pencari. Oleh karena itu, tidak ada salahnya menggunakan AGC, dengan catatan "harus menghasilkan konten unik" agar efektif teroptimasi di mesin pencari dengan baik.

Kesimpulannya, tidak ada salahnya menggunakan tehnik AGC, asalkan seperti yang saya maksudkan, harus generate konten unik. Sebagai tambahan, sebaiknya jangan menggunakan tehnik AGC untuk blog yang isinya artikel biasa seperti tutorial, tips atau tricks. Kalaupun harus menggunakannya, sebelum publish lebih baik susunan kalimatnya disempurnakan dan menambahkan kata-kata sendiri. Agar hasilnya lebih baik dan lebih enak di baca.

Quote from momodjs on 5 October 2019, 00:29
Quote from Ayanokōji on 4 October 2019, 19:31

bukannya teknik AGC sangat dibenci content creator ya gan?

Baik, kalau kita soal perasaan, sebagai content creator, kenapa kita harus membenci selama content kita tidak di copas mentah-mentah. Kalau sebuah situs AGC menduplikasi konten kita dengan cara copas otomatis ataupun manual, barulah hal tersebut bisa dibilang melanggar copyright, dan tidak ada salahnya untuk di report ke DMCA agar di-blacklist dari internet.

Oh seperti itu ya gan, baru tau ternyata klo tidak salah digunakan bisa jadi sangat bermanfaat..

Quote from Ayanokōji on 5 October 2019, 01:21

Oh seperti itu ya gan, baru tau ternyata klo tidak salah digunakan bisa jadi sangat bermanfaat..

Betul gan. Tinggal kita saja yang mengambil sikap dan tindakan. Kita ambil jalur negatif atau positif nya gan. Kan kita juga yang menuai hasilnya. Jika kita ambil jalur positif, tentu hasilnya positif juga gan. Bukan begitu? 😀